Secuil Catatan dari Citra Adipariwara 2008

Setelah beberapa tahun hanya sampai “pengen liat” kehebohan ajang Citra Adipariwara (Cipar), pestanya orang iklan, tahun ini akhirnya kesampaian juga. Cipar berlangsung selama lima hari di Senayan City (12-16 November).

Berdasarkan agenda yang ada, ada beberapa acara gratisan yang bisa saya ikuti. Pertama, tentunya, pameran karya-karya finalis Cipar 2008, yang dipamerkan di area lobby Senci. Kedua, “seminar” gratisan selama dua hari (12-13 November), yang waktunya di atas jam enam sore, termasuk di antaranya paparan tentang Red Camera Technology, nonton pemenang AdFest 2008, Meet The Juries dan persentasi Daun Muda Award. Dari keempat acara gratisan terakhir, hanya Daun Muda Awards yang termasuk dihadiri banyak “penggemar”, walaupun tidak membuat seluruh tempat duduk penuh. Peminat terendah jatuh pada Red Camera Technology.

Tadinya saya berharap bahwa acara-acara tersebut akan disesaki orang-orang kreatif, secara gratisan dan di luar jam kantor. Ada apa gerangan? Begitu rendahnya minat para kreatifis kita untuk menambah wawasan? Ratusan biro iklan di seantreo Jakarta dan ribuan orang kreatifisnya, masak hanya puluhan orang yang nongol? Atau sebagian besar lagi dikejar deadline? Mudah-mudahan sih karena memang mereka lagi kebanyakan proyek . :P

Bagaimana dengan pameran karya-karya para finalis? Saya sudah berusaha bolak-balik sampai dua kali, kog rasa-rasanya tidak semua kategori dipamerkan, ya? Apa karena kekurangan ruang atau gimana? Anehnya ada beberapa karya yang dipajang berulang.

Tadinya saya berharap ketiaka Malam Anugerah Cipar 2008 diselenggarakan bakal heboh. Eh, jauh panggang dari api. Tiga jam lebih acara berlangsung datar-datar saja. Serimonial tanpa kesan yang berarti. Tak ada pula hiburan untuk menghilangkan kejemuan, kecuali dance satu menitan dari para dancer setiap peralihan kategori penghargaan.

Bisa jadi, bertambahnya kategori penjurian tahun ini membuat acara pemberian penghargaan kian panjang, tapi seharusnya ada cara untuk membuat Malam Anugerah lebih menarik. Kalau tidak jangan coba-coba bilang orang kreatif deh! ***

Leave a Reply