Tindakan brutal Laskar Pembela Islam (LPI) yang merupakan sayap militer Front Pembela Islam (FPI) akhirnya berujung kepada penangkapan terhadap para anggota LPI/FPI. Penangkapan di markas besar FPI di bilangan Petamburan Rabu pagi (4/6/2008) dan berlangsung damai, walaupun sebelumnya Ketua Umum FPI Habib Rizieq menyatakan akan melakukan perlawanan bila aparat hukum menangkap anggotanya.
Menjadi pertanyaan sekarang, mengapa baru sekarang pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap FPI? Bahkan Presiden SBY sampai harus merasa perlu melakukan konfrensi pers khusus. Padahal, FPI telah seringkali melakukan tindak kekerasan terhadan warga negara.
Yang pertama terlintas dibenak saya, ini merupakan tindakan pengalihan isu oleh pemerintah dari BBM ke FPI. Sebuah tindakan yang cukup cerdas. Karena kebetulan yang terkena tindak kekerasan tersebut masuk dalam lingkar elit politik, sehingga magnitude keputusan pemerintah tersebut akan semakin besar. Lihat saja, pemberitaan media massa, baik elektronik maupun cetak begitu meluas, bahkan sekilas saya melihatnya lebih intens dibandingkan demonstrasi menentang kenaikan BBM.
Kedua, ketegasan sikap pemerintah terhadap FPI tersebut sekaligus juga menjadi lips service pemerintah untuk menaikkan citra. Lihat saja pernyataan Andi Mallarangeng, juru bicara presiden, yang selalu menekankan bahwa tindakan tersebut merupakan cermin sikap pemerintah yang selalu mendasarkan hukum. Padahal, sebelum aksi kekerasan terakhir ini pun, di masa rejim SBY, FPI telah beberapa kali melakukan kekerasan terhadap warga negara.
Ketiga, kalau kita berkaca kepada awal mula berdirinya FPI yang mendapat dukungan langsung maupun tidak langsung dari mantan-mantan jenderal dan elit politik lainnya, tindakan tegas Presiden SBY merupakan sinyal bagi lawan-lawan politiknya bahwa di tengah guncangan politik yang dihadapinya di sana-sini, ia masih tetap punya kuasa dan cukup yakin dengan kuasanya tersebut.
Yang patut kita cermati kemudian adalah apakah nanti FPI benar-benar dibubarkan atau sekadar dibekukan untuk jangka waktu tertentu. Di sisi lain, bagaimana pula tindakan pemerintah, pada akhirnya, terhadap keberadaan Ahmadyah, yang konon akan diputuskan akhir bulan ini.***
Filed under: Metropolitan, Sosial-Budaya | Tagged: ahmadyah, fpi, front pembela islam, laskar pembela islam